Soal Permainan Febri Haryadi di Laga Melawan Myanmar

Soal Permainan Febri Haryadi di Laga Melawan Myanmar

qvepqzegrhuko4permfo

Febri Hariyadi (13) dan Win Min Htut (2). (Foto:Aditia Noviansyah/kumparan)

Kekalahan menodai debut Luis Milla bersama Indonesia. Menukangi Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22, anak-anak asuh Milla terpaksa mengakui keunggulan Myanmar dengan skor 1-3, Selasa (21/3/2017).

Selain kalah soal skor, noda Indonesia dalam pertandingan ini juga adalah permainan. Disebut akan menampilkan permainan apik, Indonesia justru tampil di luar ekspektasi.

Tampak dari lapangan, umpan-umpan panjang dan permainan individu masih menjadi andalan "Garuda Muda". Dua sosok yang bermain sebagai starter di posisi winger, Febri Haryadi dan Saddil Ramdani, jadi yang paling dominan melakukan hal tersebut.

Pandangan khusus ditujukan kepada Febri. Ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya sempat membuatnya tampil apik selama babak pertama. Kemampuannya saat dribel dan menahan bola kerap membuat bek kiri Myanmar kesulitan. Beberapa peluang pada akhirnya sempat dibuat oleh pemain Persib Bandung ini meski akhirnya tidak membuahkan gol.

ordcm7znjivenqfkjcou
Febri Haryadi, bintang muda baru Indonesia. (Foto:Bergas Agung/kumparan)

Meski kerap kali merepotkan, Febri sebenarnya juga tampil tidak bagus-bagus amat. Minimnya sokongan Putu Gede Juni Antara ditambah beberapa kali keputusan lambatnya menjadi persoalan yang membuat pemain Myanmar dapat dengan mudah menghadang upayanya.
Memasuki babak kedua —yang diikuti masuknya Evan Dimas dan Ezra Walian— membuat kemampuan Febri tak terlalu terlihat seperti babak pertama. Umpan Ezra yang tidak terlalu dominan mengarah ke satu sisi tertentu, ditambah pergerakan Ezra yang sering bergerak ke sisi kanan, membuat lulusan SSB PRO UNI ini tertutup.
Usai pertandingan, Febri hanya berkomentar singkat kepada para pewarta yang sudah menungguinya di mixed-zone. Sama seperti kebanyakan pemain lainnya, awalnya Febri menolak, tetapi akhirnya dia memberikan jawaban yang relatif pragmatis.
"Harus sabar untuk memaksimalkan peluang tadi. Yang kedua, evaluasi," ucapnya.

Dilansir dari Kumparan

Sebanyak 10.000 Kepingan Emas dan Perak Ditemukan di Sungai China

Para arkeolog China menggali sebuah sungai di Chengdu yang di dalamnya terdapat lebih dari 10.000 kepingan emas, perak dan perunggu. Foto / Chinanews.com


CHENGDU - Sebanyak 10.000 lebih kepingan emas dan perak berumur sekutar 300 tahun ditemukan di dasar sebuah sungai di China. Harta karun sebanyak itu disebut peninggalan Dinasti Ming.

Selain kepingan emas dan perak, banyak koin perunggu juga ditemukan di tempat yang sama di sungai yang berada di persimpangan Minjiang dan Sungai Jinjiang. Lokasinya, sekitar 50 kilometer sebelah selatan Chengdu, Provinsi Sichuan.

Harta karun yang melimpah tersebut digali para arkeolog dan diumumkan pada hari Senin lalu. Menurut Institut Penelitian Peninggalan Arkeologi dan Budaya Provinsi Shicuan, beberapa item harta karun yang ditemukan berwujud kepingan perhiasan, peralatan, senjata besi seperti pedang, pisau dan tombak,

Banyak item telah dipulihkan ke kondisi yang bersih. Penemuan harta karun tersebut menjadi pembenar bahwa sungai tersebut sebagai situs pertempuran bersejarah pada 1649 antara pemimpin pemberontak Zhang Xianzhong dengan tentara Dinasti Ming. Dalam sejarahnya, sekitar 1.000 kapal sarat dengan uang dan perhiasan tenggelam saat pertempuran terjadi.

”Benda-benda yang ditemukan adalah bukti paling langsung dan menarik untuk mengidentifikasi area  pertempuran,” kata arkeolog China Wang Wei kepada Xinhua, yang dikutip Rabu (22/3/2017).

Penggalian sungai sejatinya sudah dimulai sejak bulan Januari lalu. Namun, penggalian itu bertujuan untuk menormalkan sungai saat kemarau dan saat pasang-surut.

Sejak ditemukan harta karun yang melimpah, penggalian sungai dikerjakan siang malam yang melibatkan tim pompa air. Sejauh ini, arkeolog telah menggali area seluas 10.000 meter persegi, dan tim berharap menemukan lebih banyak lagi harta karun sebelum proyek penggalian sungai dijadwalkan rampung April mendatang.

Dapat menjadi tempat untuk berlibur akhir pekan Gan hheee

Dilansir dari SINDONEWS

Siapa Striker Baru untuk Persib, Ini Kata Umuh Muchtar

Manajer Persib Bandung , Umuh Muchtar (kanan) bersama Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Zainuri T Hasyim (kiri). 


BANDUNG - Sensasi bergabungnya eks pemain Chelsea, Michael Essien ke Persib Bandung masih terasa hingga kini. Namun tampaknya klub berjuluk Maung Bandung ini masih akan menghadirkan sensasi berikutnya.
Adalah Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menyiratkan hal tersebut. Menurut Umuh, pihaknya masih akan mendatangkan pemain baru guna memperkuat skuat Persib demi mempertahankan gelar juara Liga. Salah satu pemain baru yang akan didatangkan manajemen adalah pemain berposisi penyerang.
Umuh mengakui stok pemain di posisi gelandang dan bek sudah aman. Namun, Persib masih kekurangan stok penyerang. Dalam tim hanya ada dua pemain berposisi striker yaitu Sergio van Dijk dan Angga Febriyanto. Bila hanya mengandalkan kedua pemain itu, menurut Umuh, hal itu cukup riskan.
"Rencananya kita akan datangkan satu atau dua pemain baru lagi. Salah satunya penyerang. Karena kita butuh striker" kata Umuh, Selasa (21/3/2017).
Namun Umuh belum mau membocorkan nama pemain incarannya tersebut. Pihak manajemen, lanjut dia, saat ini tengah melakukan pendekatan dan negosiasi serius dengan pemain asing tersebut. Hanya saja, Persib belum mencapai kata sepakat terkait nilai kontrak.
Beberapa nama bomber kelas dunia santer dihubung-hubungkan dengan tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini. Mereka diantaranya mantan penyerang Manchester United Dimitar Berbatov, mantan striker Chelsea Didier Drogba dan mantan bomber Tottenham Hotspurs Robbie Keane.
Namun saat disinggung nama-nama tersebut, Umuh tidak memberikan jawaban tegas. Ia tidak membantah maupun mengiyakan. Boleh jadi hal itu merupakan sinyal bahwa manajemen Persib tengah berupaya mendatangkan salah seorang diantara nama-nama bomber maut tersebut.
"Mungkin kita tidak datangkan bintang dunia lagi karena kemarin kita keluarkan banyak uang untuk (mendatangkan) Essien. Tapi kalau uangnya ada, bisa saja kita datangkan pemain bagus lagi. Lihat saja nanti penyerang yang datang siapa. Pokoknya bakal ada kejutan lagi. Yang jelas kita ingin Persib makin kuat. Makanya kita akan datangkan striker bagus," tutur Umuh. 

Dilansir dari Tribun Jabar

Persib Dapat Kadeudeuh Rp 150 Juta dari Pemkot Bandung



BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memberikan kadeudeuh kepada tim kebanggan warga Bandung, yakni Persib Bandung senilai Rp 150 juta.
Sejumlah pemain Persib mulai kapten tim seperti Atep hingga Wildansyah hadir ke Balai Kota bersama Manager tim Persib, Umuh Muchtar dan sang pelatih Djajang Nurjaman bertemu Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
"Saya titip prestasi dan perilaku keteladanan kepada para pemain. Kami (Pemkot Bandung) memberikan kadeudeuh senilai Rp 150 juta. Jangan dilihat dari nominalnya yah tapi ini rasa nyaah kami dari warga Kota Bandung. Minimal ini bisa menandai rasa cinta kami pada Persib," kata Emil di hadapan para pemain Persib, Selasa (21/3/2017).
Kedatangan para pemain Persib pun tak dihadiri oleh salahsatu penggawa lini belakangnya, yaitu Vujovic dan pemain muda, Febri Heriyadi, serta pemain baru berasal dari Ghana, yaitu Michael Essien.

Dilansir dari TribunJabar

Ditemukan Tiga Bangunan Mirip Candi Klasik Hindu- Budha



PANGANDARAN - Tiga bangunan yang menyerupai candi dari masa klasik abad ke-5 hingga abad ke-12 ditemukan di Desa/Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Bangunan tersebut dinamakan Situs Pasirlaja, Situs Praya Nagara dan Situs Gondo Suwino.

Situs Pasirlaja dengan Situs Praya Nagara dan Situs Gondo Suwino berjarak sekitar 700 meter sedangkan Situs Prayanagara dengan Situs Gondo Suwino berjarak sekitar 200 meter.

Keberadaan tiga buah situs yang diduga bangunan candi klasik Hindu Budha dalam satu desa sangat langka. Pasalnya, di beberapa daerah di Indonesia suatu candi dengan candi lainnya saling berjauhan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim mengatakan, berkaitan dengan Situs Pasirlaja dipastikan bangunan candi masa klasik Hindu Budha.

"Sedangkan dua bangunan lainnya yang mirip dengan bangunan di Pasirlaja, yaitu Situs Prayanagara dan Situs Gondo Suwino, harus dilakukan penelitian lanjut untuk dinyatakan bangunan candi atau bukan," katanya.

Aceng menggambarkan Candi Pasirlaja memiliki struktur bangunan batu yang disusun dari batu lokal.

Pondasi candi berbentuk segi empat berukuran 6 meter x 6 meter dan sebagian bangunannya terkubur tanah dan di atas candi terdapat yonni (perwujudan Dewa Siwa) dan 2 (dua) buah batu bulat yang biasanya untuk dudukan tiang penyanggap atap.

"Keberadaan bangunan di Situs Praya Nagara dengan Situs Gondo Suwino memiliki bentuk serupa dengan Candi Pasirlaja, yaitu struktur bangunan terbuat dari batu lokal dan berbentuk segi empat namun tinggalan lainnya di masing-masing candi terdapat batu umpak, tanpa yonni," papar Aceng.

Dikatakan Aceng, tinggalan sejarah di Situs Praya Nagara dan Situs Gondo Suwino terdapat bangunan berbentuk segi empat dari batuan lokal yang masing-masing berukuran 3 meter x 3 meter.

"Tinggalan lainnya di situs tersebut, masing-masing terdapat 2 (dua) buah umpak," jelas Aceng.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin menjelaskan setidaknya terdapat 2 bangunan berbentuk candi klasik Hindu Budha di Kabupaten Pangandaran.

Dua buah candi tersebut yaitu Candi Batu Kalde di Pananjung Pangandaran dan Candi Pasirlaja di Desa/Kecamatan Mangunjaya.

"Bangunan tinggalan masa klasik Hindu Budha di Pangandaran setidaknya ada dua masing-masing Candi Batu Kalde Pananjung dan Candi Pasirlaja Mangunjaya," kata Undang.

Jika setelah dilakukan ekskavasi bangunan di Situs Praya Nagara dan Situs Gondo Suwino, merupakan bangunan candi, berarti Pangandaran memiliki 4 bangunan candi.

Dikatakan Undang, karakteristik candi di Jawa Barat yaitu bahan bangunan dari bat lokal atau batu bata, terdapat atap bangunan seperti pohon cemara, bangunan menghadap ke barat, bentuk candi ramping dan tinggi.

"Sedangkan karakteristik candi di Jawa Tengah bentuk bangunan tampak lebih gemuk, terbuat dari batu andesit, atapnya berbentuk undak-undakan dan puncaknya berbentuk stupa atau ratna," pungkasnya.

Dilansir dari SINDONEWS
Back To Top